Open Again! More updates soon ^^

3 11 2010

All, setelah sekian lama, akhirnya kita kembali bangkit ^^ thanks for support ^^

Advertisements




Common Phrases: Korean Terminology

27 10 2009

ye ————— yes (also “ne”)
anio ————— no
kahm sa hamnida ————— thank you
komap sumnida ————— less formal form of “thank you”
cheon maeneyo ————– you’re welcome (literally “Don’t mention it!”)
cheuk ka hamnida ————— congratulations!
ahnyong hasimnika —— How are you? (literally “Are you well?” )
ahnyong hasayo ———– less formal form of “How are you?”
yoboseyo ——————- hello (used on the phone )
ahnyonghee gasipsiyo ———— good-bye (to the person who is leaving)
ahnyonghee gyesipsiyo ———– good-bye (to the person who is staying)
ahnyonghee gasayo ———– less formal form of “good-bye”
ahnyonghee gyesayo ——————- less formal form of “good-bye”
pangap seumnida ——————- Pleased to meet you!
toh poepkeseoyo ——————- See you later!
eoseo osayo ——————- Welcome!
choesong hamnida ——————- I’m sorry
mian hamnida ——————- less formal form of “I’m sorry!”
shillye hamnida ———- Excuse me!
kwaen chanayo ——————- That’s all right
ahlge seoyo ——————- I understand
moreuge seoyo ——————- I don’t understand
chaemi isseoyo ——————- It is fun (or interesting)!





Commands: Korean Terminology

27 10 2009

cha ryuht —— attention
choon bi —— ready
bah ro —— return to starting position
dwi uro dorah —— about face
dorah ———— turn
elosoh —— stand
gomahn —— stop (also “mum cho”)
geuk gi hyang ha yoh —— face the flag
jwa woo hyang woo —— face each other
sah bum nim keh —— face instructor/master
sun bae nim keh —— face senior student
simsa kwan nim keh —— face examiner/tester
dobok dahnjung —— fix your uniform
dhee dahnjung —— fix your belt
hai sahn —— class dismissed (also “hae cho”)
jonglee —— line up (also “ji hap” and “jung yul”)
kyung nae —— bow
ahnjoe —— sit
kool o angi —— kneel (kneeling)
bah ro angi —— sit in lotus position (yoga posture)
bahl bah kwah —— switch your stance (switch your feet)
koo ryung op see —— in your own time
seijak —— begin
shiuh —— relax
kalyeo —— break (or stop)
kae sok —— continue





Basic Taekwondo

27 10 2009

Gerakan dasar Tae Kwon Do (Ki Bon Do Jak) terbentuk dari kombinasi berbagai teknik gerakan menyerang dan bertahan. Dasar-dasar Tae Kwon Do terdiri atas 5 komponen, yaitu:

1. Keupso (bagian tubuh yang menjadi sasaran), terdiri atas :

  • Eolgol (bagian atas/kepala/muka)
  • Momtong (bagian tengah/badan)
  • Arae (bagian bawah tubuh)

2. Bagian tubuh yang digunakan untuk menyerang dan bertahan, terdiri atas :

  • Jumeok (kepalan), yaitu Deung-Jumeok (punggung kepalan), Me-Jumeok (kepalan palu), Pyon-Jumeok, Bam-Jumeok, Jipke-Jumeok.
  • Son (tangan), yaitu Sonnal (pisau tangan), Sonnal-Deung, Batang-Son (telapak tangan), Pyon-Jumeok, Pyonson-Keut dengan variasi Pyonson-Keut Sewo Chireugi, Pyonson-Keut Upeo Chireugi, Jechin-Pyonson-Keut, Gawison Keut, Ageum Son.
  • Palmok (lengan), yaitu An Palmok (lengan bagian dalam), Bakkat Palmok (lengan bagian luar) , Deung Palmok, Mit Palmok.
  • Palgup (siku).
  • Dari (kaki bagian atas) yaitu Mureup / lutut dan Jeonggang Wi / tulang kering, dan
  • Bal (kaki bagian bawah), yaitu Ap chuk (ujung depan telapak kaki), Dwitchuk (telapak kaki bagian belakang), Dwikumchi (tumit), Baldeung (punggung kaki), Balnal Deung, Balbadak (telapak kaki bagian dalam), Balkkeut, Balnal (pedang telapak kaki).

3. Seogi (sikap kuda-kuda), yang terdiri dari 3 sikap kuda-kuda pokok yaitu :

a. Neolpyo Seogi (sikap kuda-kuda terbuka), terdiri atas

  • Pyeonhi Seogi (sikap kuda-kuda rileks)
  • Charyeot Seogi (sikap kuda-kuda bersiap)
  • Naranhi Seogi (sikap kuda-kuda sejajar).
  • Juchum Seogi (sikap kuda-kuda duduk).
  • Ap Seogi (sikap kuda-kuda jalan pendek).
  • Ap Kubi Seogi (sikap kuda-kuda jalan panjang).
  • Dwit Kubi Seogi (sikap kuda-kuda kuda-kuda L).
  • Beom Seogi (sikap kuda-kuda harimau).
  • Hakdari Seogi (sikap kuda-kuda satu kaki)

b. Moa Seogi (sikap kuda-kuda tertutup), terdiri atas Moa Seogi dan Koa Seogi (sikap kuda-kuda kaki menyilang).

c. Teuksu Poom Seogi (sikap kuda-kuda khusus), terdiri atas Kibon Junbi Seogi (sikap kuda-kuda siap), Bojumeok Junbi Seogi (sikap kuda-kuda siap dengan menutup kepalan).

4. Makki (tangkisan), berbagai macam tangkisan diantaranya yaitu:

  • Arae Makki (tangkisan ke bawah)
  • Eolgol Makki (tangkisan ke atas)
  • Momtong An Makki (tangkisan ke tengah dari luar ke dalam)
  • Momtong Bakkat Makki (tangkisan ke tengah dari dalam ke luar)
  • Sonnal Momtong Makki (tangkisan ke tengah dengan pisau tangan)
  • Batang Son Momtong An Makki (tangkisan ke tengah dari luar dengan bantalan telapak tangan)
  • Kawi Makki (tangkisan menggunting)
  • Sonnal Bitureo Makki (tangkisan melintir dengan satu pisau tangan)
  • Hecho Makki (tangkisan ganda ke luar)
  • Eotgoreo Arae Makki (tangkisan silang ke arah bawah)
  • Wesanteul Makki (tangkisan ganda memotong arah bawah dan ke luar

5. Kongkyok Kisul (teknik serangan), terdiri atas:

a. Jereugi (pukulan), yaitu :

  • Momtong Jireugi (pukulan lurus ke depan, sasaran tengah / ulu hati).
  • Yeop Jireugi (pukulan lurus ke samping).
  • Dangkyo Teok Jireugi (pukulan ke rahang sambil menarik).
  • Du Jumeok Jecho Jireugi (pukulan ganda mengait ke atas).

b. Chigi (sabetan), yaitu :

  • Han Sonnal Mok Chigi (sabetan tunggal dengan pisau tangan)
  • Jebipoom Mok Chigi (sabetan dari lura ke dalam dibarengi tangkisan pisau tangan ke arah atas)
  • Me Jumeok Naeryo Chigi (sabetan dari atas ke bawah dengan bantalan kepalan bagian ruas kelingking)
  • Dung Jumeok Eolgul Ap Chigi (sabetan depan menggunakan bonggol atas kepalan dengan sasaran atas)
  • Palkup Dollyo Chigi (sabetan memutar dengan siku tangan)
  • Palkup Pyojeok Chigi (sabetan siku tangan dengan sabetan sasaran/target terpegang)
  • Mureup Chigi (sabetan yang menggunakan lutut)
  • Deung Jumeok Bakkat Chigi (sabetan dari dalam ke luar dengan menggunakan bonggol atas kepalan).

c. Chireugi (tusukan), yaitu :

  • Pyeonson Keut Sewo Chireugi (tutuksan dengan telapak tangan tegak)
  • Kawison Keut Chireugi (tusukan dengan 2 jari ke arah mata)

d. Chagi (tendangan), yaitu :

  • Ap Chagi (tendangan depan)
  • Dollyo Chagi (tendangan serong/memutar kesamping)
  • Yeop Chagi (tendangan samping)
  • Dwi Chagi (tendangan belakang)
  • Naeryo Chagi (tendangan menurun/mencangkul)
  • Twio Yeop Chagi (tendangan Yoep Chagi dengan melompat)
  • Dwi Huryeo Chagi (tendangan balik dengan mengkait)
  • Doobal Dangsang Chagi (tendangan ganda ke depan sambil melompat)
  • Twio Ap Chagi
  • Twio Dwi Chagi




Pembagian kelas di Taekwondo

27 10 2009

Berikut pembagian klas yang dipertandingkan dalam Taekwondo menurut World Taekwondo Federation

Kategory Senior Pria / Male
Fin – Kurang dari 54 Kg
Fly – 54 Kg – 58 Kg
Bantam – 58 Kg – 62 Kg
Feather – 62 Kg – 67 Kg
Light – 67 Kg – 72 Kg
Welter – 72 Kg – 78 Kg
Middle – 78 Kg – 84 Kg
Heavy – 84 Kg keatas

Kategory Senior Wanita / Female
Fin – Kurang dari 47 Kg
Fly – 47 Kg – 51 Kg
Bantam – 51 Kg – 55 Kg
Feather – 55 Kg – 59 Kg
Light – 59 Kg – 63 Kg
Welter – 63 Kg – 67 Kg
Middle – 67 Kg – 72 Kg
Heavy – 72 Kg keatas

Kategory Junior Pria / Male
Fin – Kurang dari 45 Kg
Fly – 45 Kg – 48 Kg
Bantam – 48 Kg – 51 Kg
Feather – 51 Kg – 55 Kg
Light – 55 Kg – 59 Kg
Welter – 59 Kg – 63 Kg
Ligh Middle – 63 Kg – 68 Kg
Middle – 68 Kg – 73 Kg
Light Heavy – 73 – 78 Kg
Heavy – 78 Kg Ke atas

Kategory Junior Wanita / Female
Fin – Kurang dari 42 Kg
Fly – 42 Kg – 44 Kg
Bantam – 44 Kg – 46 Kg
Feather – 46 Kg – 49 Kg
Light – 49 Kg – 52 Kg
Welter – 52 Kg – 55 Kg
Ligh Middle – 55 Kg – 59 Kg
Middle – 59 Kg – 63 Kg
Light Heavy – 63 Kg – 68 Kg
Heavy – 68 Kg Ke atas





Penyeragaman tehnik untuk atlet dan pelatih taekwondo Kalbar

14 10 2009

PONTIANAK –  Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Kalbar akan menggelar penyeragaman tehnik untuk atlet dan pelatih taekwondo Kalbar 5 Februari mendatang. Hal itu dilakukan sebagai persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XVIII yang akan diselenggarakan di Riau pada tahun 2012. Pelatih Taekwondo Kalbar Budi Harsono mengatakan,  penyeragaman yang akan dilakukan 5 Februari dalam rangka meningkatkan prestasi dan penyeragaman teknik. Pesertanya tidak hanya dari Kota Pontianak, melainkan dari seluruh Pengurus Cabang TI se-Kalbar. “Agar pola latihan yang diterapkan menghadapi PON Riau seragam,” ucapnya.

Untuk itu, lanjutnya, perwakilan dari PB TI akan datang langsung ke Kalbar untuk melakukan penyeragaman tersebut. Penyeragaman tidak hanya pada atlet, pelatih juga diterapkan hal yang sama. Pada PON XVII Kaltim, kata Budi, taekwondo Kalbar berhasil mencapai peringkat ke-12. Pada PON sebelumnya, Kalbar hanya mampu menduduki peringkat ke-26. “Berarti pada PON Kaltim taekwondo kita naik 14 peringkat,” katanya. Dengan adanya penyeragaman teknik ini, Budi mengharapkan, tim taekwondo Kalbar dapat lebih meningkatkan prestasinya. Meski belum memasang target, Budi berharap, pada PON mendatang Kalbar paling tidak dapat memperbaiki peringkatnya dua tingkat. “Mudah-mudahan pada PON Riau taekwondo Kalbar dapat masuk peringkat sepuluh besar,” SUMBER Pontianak Post 04 feb 09





Tokoh Taekwondo Pontianak.

14 10 2009

Pontianak,- Bagi kalangan Taekwondo Kalbar, sosok pria tinggi besar berkacamata ini memang tak asing lagi. Dengan berbagai prestasi yang ditorehkannya baik dalam ajang lokal maupun nasional membuat pria ini cukup dikenal. Dia adalah Rizarwin, atlet Taekwondo Kalbar yang selama 10 tahun malang melintang di cabor tersebut.

Kepada Pontianak Post, atlet yang pernah empat kali meraih juara nasional ini mengatakan saat ini, walaupun ia tak lagi membela Kalbar dalam setiap event namun ia menginginkan agar taekwondo Kalbar ke depannya bisa lebih baik seiring pembinaan yang terprogram yang dilakukan Pengda TI.

“Saya melihat ada sedikit penurunan prestasi dua tahun belakangan. Mudah-mudahan dalam kejurnas nanti kita mampu meraih sukses dan berprestasi lebih baik lagi,” kata Rizarwin

Kini pria yang di Pengda TI tergabung sebagai Seksi Bidang Kemahasiswaan ini mengharapkan agar di masa yang akan datang lebih sering digulirkan kejuaraan. Mengingat dengan kurangnya event seperti itu maka atlet berbakat dan potensial sulit ditelorkan.

“Dari ajang inilah kita bisa melihat mana atlet yang memiliki potensi cukup bagus. Oleh karena itu dengan seringnya digelar kejuaraan akan sangat bermanfaat bagi kemajuan cabor tersebut,” katanya.

Menurut Rizarwin, setelah Kejurda dan Kejurnas nanti, Pengcab Kota juga akan menggelar Mujahidin Cup II, sebagai ajang uji coba bagi pembinaan dan pencarian bibit atlet kota ini.

Berbagai prestasi pernah ditorehkan Rizarwin pada cabor ini mulai dari prestasi daerah hingga prestasi nasional. “Pada kejurnas Surabaya tahun 1998, Kejurnas Jakarta tahun 2000, LG Cup Jakarta 2001 dan Kejurnas Jakarta 2002 saya berhasil meraih emas,” kata Rizarwin yang spesialis kelas feather itu.