Pontianak, Taekwondo news.

14 10 2009

Pontianak,- Pengda Tekwondo Indonesia (TI) Kalbar memastikan hanya Sekadau dan Melawi yang bakal absen di cabang taekwondo Pekan Olahraga Provinsi, 9-16 September mendatang. Sedangkan daerah lainnya sudah berlaga untuk memperebutkan medali terbanyak.

Kepastian itu disampaikan ketua harian Pengda TI Kalbar H.Erwin Anwar,BSc kepada Pontianak Post, Kamis (24/8) kemarin. “Dari jumlah seluruh Kab/Kota di Kalbar yang absen di cabor taekwondo hanya Sekadau dan Melawi,” tegasnya.

Erwin mengungkapkan, alasan kedua kabupaten itu tak tampil di cabor taekwondo semata-mata karena persepsi Pengcab masing-masing. Semula, Kab. Melawi yang menyatakan kesiapannya tampil menjelang deadline entry form by name ternyata membatalkan keputusannya.

“Kita belum tahu alasan pasti. Tetapi kemungkinan masalah intern mereka yang masih belum siap menampilkan para atletnya,” ungkapnya.

Sementara untuk Kabupaten Sekadau sampai sekarang belum berdiri Pengcab sehingga tak bisa diikutkan sertakan. Khusus jatah daerah yang berkompetisi di Porprov 2006 semula tercatat sebanyak 11 Kab/Kota di Kalbar. Namun, karena dua daerah tersebut tidak bisa ambil bagian terpaksa kuota yang diberikan dibatasi. Dari jumlah seluruh 90 atlet taekwondo yang siap tampil sepertinya jatah Kota Pontianak dan KKab Pontianak terbilang besar

“Kedua daerah khusus pertandingan yang digulirkan di Porpov 2006 memang mendapatkan jatah besar, di mana sama-sama mewakilkan 12 atletnya. Untuk Kab/Kota lain, jumlah yang ada disesuaikan dan dibatasi dengan quota yang diberikan oleh KONI Kalbar. Dan itu pun harus sesuai dengan kemampuan daerahnya,” terang dia.

Dari beberapa cabor yang akan diikuti oleh Kab/Kota di Kalbar, taekwondo merupakan salah satu lumbung medali terbesar dengan 19 medali emas, 19 perak dan 19 perunggu. Di kelas ini belasan nomor akan dipertarungkan dengan kekuatan masing-masing cukup merata.

“Untuk memprediksi daerah mana saja yang terbilang kuat dan banyak menyumbang medali di taekwondo sepertinya masih belum bisa dipastikan. Namun, Kab/Kota Kalbar berpeluang sama mendulang tempat terhormat. Apalagi, nomor bergengsi juga dipertandingkan dan terbilang banyak diikuti atlet. Peta kekuatan seperti yang sebelumnya dirajai Kota Pontianak, Kab Pontianak dan Kab Bengkayang tampaknya akan bergeser,” ujarnya.(den)< Pengda Tekwondo Indonesia (TI) Kalbar memastikan hanya Sekadau dan Melawi yang bakal absen di cabang taekwondo Pekan Olahraga Provinsi, 9-16 September mendatang. Sedangkan daerah lainnya sudah berlaga untuk memperebutkan medali terbanyak.

Kepastian itu disampaikan ketua harian Pengda TI Kalbar H.Erwin Anwar,BSc kepada Pontianak Post, Kamis (24/8) kemarin. “Dari jumlah seluruh Kab/Kota di Kalbar yang absen di cabor taekwondo hanya Sekadau dan Melawi,” tegasnya.

Erwin mengungkapkan, alasan kedua kabupaten itu tak tampil di cabor taekwondo semata-mata karena persepsi Pengcab masing-masing. Semula, Kab. Melawi yang menyatakan kesiapannya tampil menjelang deadline entry form by name ternyata membatalkan keputusannya.

“Kita belum tahu alasan pasti. Tetapi kemungkinan masalah intern mereka yang masih belum siap menampilkan para atletnya,” ungkapnya.

Sementara untuk Kabupaten Sekadau sampai sekarang belum berdiri Pengcab sehingga tak bisa diikutkan sertakan. Khusus jatah daerah yang berkompetisi di Porprov 2006 semula tercatat sebanyak 11 Kab/Kota di Kalbar. Namun, karena dua daerah tersebut tidak bisa ambil bagian terpaksa kuota yang diberikan dibatasi. Dari jumlah seluruh 90 atlet taekwondo yang siap tampil sepertinya jatah Kota Pontianak dan KKab Pontianak terbilang besar

“Kedua daerah khusus pertandingan yang digulirkan di Porpov 2006 memang mendapatkan jatah besar, di mana sama-sama mewakilkan 12 atletnya. Untuk Kab/Kota lain, jumlah yang ada disesuaikan dan dibatasi dengan quota yang diberikan oleh KONI Kalbar. Dan itu pun harus sesuai dengan kemampuan daerahnya,” terang dia.

Dari beberapa cabor yang akan diikuti oleh Kab/Kota di Kalbar, taekwondo merupakan salah satu lumbung medali terbesar dengan 19 medali emas, 19 perak dan 19 perunggu. Di kelas ini belasan nomor akan dipertarungkan dengan kekuatan masing-masing cukup merata.

“Untuk memprediksi daerah mana saja yang terbilang kuat dan banyak menyumbang medali di taekwondo sepertinya masih belum bisa dipastikan. Namun, Kab/Kota Kalbar berpeluang sama mendulang tempat terhormat. Apalagi, nomor bergengsi juga dipertandingkan dan terbilang banyak diikuti atlet. Peta kekuatan seperti yang sebelumnya dirajai Kota Pontianak, Kab Pontianak dan Kab Bengkayang tampaknya akan bergeser,”





Pelatih Korea Latih Atlit Taekwondo Aceh

14 10 2009

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf menerima Wakil Ketua Federasi Industri Taekwondo Korea Kim Yong Kill di ruang rapat Gubernur Aceh Selasa (2/6/2009) demi mendengarkan paparan tentang perkembangan program pelatihan dan pengembangan Taekwondo Aceh Go-International.

Dalam kunjungan singkat tersebut Kim Yong Kill memperkenalkan para pelatih yang sudah dipilih oleh pemerintah Korea untuk melatih dan membina atlit-atlit taekwondo Aceh dalam menghadapi berbagai ajang olahraga nasional dan internasional terutama Pekan Olahraga Nasional (PON) yang akan berlangsung tahun 2012 nanti.

Kim Yong Kill menyatakan bahwa pelatih yang ia bawa dari Korea tersebut akan berada di Aceh selama tiga tahun dan mengerahkan segala kemampuan yang mereka miliki untuk ditularkan kepada pelatih atlet-atlet Aceh sehingga pelatih Aceh dapat menseleksi atlet terbaik untuk tampil.

Kim menyebutkan bahwa Taekwondo sangat cocok dengan Aceh, ketika membaca kisah Aceh dimasa lalu, dia melihat bahwa semangat yang dimiliki oleh rakyat di kerajaan Aceh dimana ada tingkatan-tingkatan yang dilalui sebelum meraih tempat tertinggi sangat sesuai dengan semangat Taekwondo, ia berharap atlet Aceh dapat mengemban tugasnya dengan baik dan berhasil meraih tujuannya.  Gubernur menimpali bahwa walaupun seleksi atlet memang tanggung jawab pemerintah, namun pelatih Korea berhak menetapkan yang bagus dan yang tidak bagus.  “Kita serahkan seleksi atlet kepada pelatih internasional seperti yang telah kita lakukan dengan atlet sepakbola kita, kita tidak mau berbagai macam interest atau KKN dalam pemilihan atlet, mereka yang dilatih memang betul-betul mampu berprestasi, semoga tahun depan kalau dana memungkinkan kita bisa merekrut atlet-atlet yang ada di seluruh Aceh” demikian ungkap Irwandi Yusuf.

Gubernur juga mengharapkan selain atlet olahraga sepakbola aceh yang sedang disiapkan di Paraguay untuk ajang internasional, Taekwondo juga dapat menghasilkan atlet yang tidak hanya bisa menjadi jawara di tingkat nasional namun juga internasional.

Pertemuan yang  ditutup dengan memberikan hormat Taekwondo oleh Kim dan ketiga pelatih yang ikut dengannya juga  turut dihadiri oleh Kadispora Aceh Teuku Rayuan Sukma, Sekretaris Umum Koni Aceh Drs. Nuzuli MS, Ketua Taekwondo Aceh Ilmiza Sa’adudin Djamal. Grandmaster dan Master Taekwondo Korea Hooi Youn, Youngmin dan Jaekil.

Dalam pertemuan dengan Gubernur Aceh tersebut, Kadispora Aceh T Rayuan Sukma menyampaikan bahwa pelatih dari Korea yang juga merupakan peraih emas di olimpiade Athena 2004 menjamin bahwa Aceh akan mendapatkan medali emas dalam Pekan Olahraga Nasional 2012 di Riau. ”Ide Gubernur Aceh untuk menghadirkan pelatih profesional dari Korea ini memiliki prospek yang sangat bagus, selama bertahun-tahun Aceh belum pernah mendapatkan medali emas dari cabang ini di ajang nasional, mereka menjamin dalam PON tahun 2012 kita bisa mendapatkan emas di cabang ini, Insya Allah kita sangat optimis, ini bukanlah impian kosong terutama melihat track record dan kualitas dari para pelatih ini, mereka adalah atlet yang sudah terbukti di ajang olahraga internasional sekaliber olimpiade” ujar Rayuan.

Para pelatih yang akan berada di Aceh selama tiga tahun ini merupakan hasil kerjasama antara pemerintah Aceh dan pemerintah Korea melalui kerjasama pada saat kunjungan Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar ke Korea Mei 2009.

Para pelatih yang terdiri dari 2 Grand Master dan 1 Master ini dibiayai oleh Pemerintah Korea sementara Pemerintah Aceh hanya menyediakan transportasi lokal, konsumsi dan akomodasi.





Potensi Atlet Taekwondo Lampung Sampai Taraf Internasional

14 10 2009

BANDARJAYA – Taekwondo Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) menargetkan akan kembali meraih juara umum, dalam Pekan Olahraga Provinsi yang akan digelar di Lampung Selatan (Lamsel) pada 2010 mendatang. Betapa tidak, di Kabupaten Lamteng sendiri, tercatat sudah terdapat puluhan atlet taekwondo yang kerap kali mengikuti berbagai kejuaraan dan pertandingan, baik di tingkat provinsi, nasional hingga internasional. Ketua Umum Harian Taekwondo Lamteng Usep Suparman didampingi pelatih senior Taekwondo Merrill Herman menjelaskan, pada Porprov 2010 mendatang, pihaknya akan mengirimkan 16 atlet taekwondo, yang terdiri dari 8 atlet pria dan 8 atlet wanita. Jika pada Porprov yang lalu, kita mendapatkan 6 medali emas, untuk porprov kali ini kami yakin mampu mendapatkan 10 medali emas dan menjadi juara umum, terangnya saat ditemui Radar Lamteng kemarin (11/9). Kendati begitu, pihaknya mengaku belum akan melakukan latihan sentralisasi. Soalnya, kini kami sedang memfokuskan untuk persiapan Pomnas (Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional) yang akan berlangsung di Sumatera Selatan, pada Oktober 2009 ini. Di mana, Lamteng akan mengirimkan dua atlet yakni Juanda dan Tigor, jelasnya. Dikatakannya, persiapan Porprov baru akan dilakukan setelah kepulangan dua atlet tersebut dari mengikuti Pomnas mendatang. Nantinya, kami akan melakukan latihan sentralisasi (pemusatan) salah satunya dengan menyeleksi atlet-atlet yang layak untuk dikirim mewakili Lamteng dalam Porprov 2010 mendatang, tambah dia. Ia menambahkan, sejauh ini potensi atlet di Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) sangat tinggi. Sayangnya, minimnya anggaran dana menjadi salah satu kendala yang terus dialami. Sejauh ini, kami melakukan swadaya baik dari pengurus ataupun pelatih. Karena itu, kami berharap agar ini ada perhatian dari pemerintah, mengingat potensi Taekwondo sangat tinggi, harapnya. (*)





Dede Yusuf dan Taekwondo

9 10 2009


Dede Yusuf, lelaki kelahiran jakarta 14 september 1966 sangat menyukai olah raga beladiri, khususnya Taekwondo. Gelar juara nasional taekwondo kelas ringan tahun 1984 dan kelas ringan berat 1988 pernah disandang pria bernama lengkap Yusuf Macan Effendi ini.

karier prestasinya di taekwondo dimulai waktu ia sma :
– juara 1 -Taekwondo tingkat SMA Se Jabotabek 1982, 1983.
– juara II -Taekwondo mahasiswa Se Jawa-Bali ,1983
– Juara I – taekwondo mahasiswa tingkat nasional 1983, 1984
– juara I – Taekwondo tingkat DKI 1984, 1986, 1988
-juara I – taekwondo nasional 1984, 1987, 1988

Dede Yusuf mulai terkenal sejak tampil sebagai tokoh Kendi dalam film catatan si Boy dengan pemeran utama Onky Alexander, pada sekitar pertengahan tahun 1980an. Berkat kemampuan beladirinya, Dede yang kini menyandang gelar sabuk dan VI kukkiwon banyak mengambil gelar dalam film laga.

selain dikenal sebagai bintang aktor laga, mantan foto model ini juga dikenal sebagai presenter, produser dan sutradara handal. bahkan piala madya -FFI 1994 pernah dikoleksinya dari cerita serial Sepeda Anak Pak Ustad yang disutradarinya.

Bahkan dalam kesibukannya sekarang sebagai Wakil gubernur Jabar Dede yusuf masih sempat kunjungi Team Taekwondo Jabar yang akan turun pada kejurnas taekwondo senior dan yunior 2009 di magelang, tanggal 8-16 agustus mendatang.

Pada kesempatan itu, dede yusuf menyampaikan pidato yang sarat dengan pesan-pesan motivasi untuk mengobarkan semangat para atlet. Mantan juara nasional ini meminta seluruh atlet menempatkan target prestasi yang tertinggi.

Ayo jangan kalah Pontianak!





Phylosofi Poomsae

9 10 2009

Garis diagram dan gerakan poomsae taegeuk berasal dari sombol-simbol filosofi timur yang disebut dengan Pal-Gwe (diagram segi delapan) sehingga poomsae taegeuk berjumlah delapan, mewakili setiap sisi dari pal-gwe.

Poomse Tae Geuk

Poomse merupakan intisari gerakan dasar Tae Kwon Do. Poomse terdiri atas 2 kata yaitu Poom dan Se yang berarti rangkain bentuk gerakan. Poomse merupakan pelajaran pokok dalam Tae Kwon Do yang dibagi menjadi dua yaitu :
  1. Poomse yang belum mencapai tingkatan sabuk hitam yaitu Tae Geuk 1 sampai dengan Tae Guk 8.
  2. Poomse untuk tingkatan sabuk hitam yaitu Kor Yo (Dan 1), Keum Gang (Dan 2), Tae Back (Dan 3), Pyon Won (Dan 4), Ship Jin (Dan 4, Dan 5), Ji Tae (Dan 5, Dan 6), Chun Kwon (Dan 6), Han Soo (Dan 7), IL Yeo (Dan 8).
Dalam mempelajari Tae Geuk harus mengikuti dan mengetahui diagram dan arah gerakannya yang berasal dari simbol-simbol filosofi timur yang disebut Pal Gwe (diagram segi delapan / Pat Kwa / Octagon). Poomse Tae Geuk adalah poomse dasar dalam Tae Kwon Do. Tae berarti keagungan dan Geuk berarti keabadian, dengan demikian dapat disimpulkan tae geuk tidak berbentuk, tanpa permulaan dan akhir, segala sesuatu berawal dari keagungan dan keabadian. Tae Geuk mengikuti hukum alam yang disebut dengan Teori Ying Yang (Im yang) atau di Korea dikenal dengan nama Um Yang.
Arti pada setiap tingakatan Tae Geuk Poomse adalah sebagai berikut:

  1. Tae Geuk 1 (Keon) : Melambangkan sesuatu yang besar dan maha agung yang menjadi asal dari segala sesuatu. Keon merupakan permulaan segala sesuatu yang ada di bumi dan menjadi sumber penciptaan serta kekuatan yang berasal dari langit. Langit pula yang memberikan cahaya matahari dan hujan yang membuat segala sesuatu tetap tumbuh dan hidup. Tae Geuk 1 bersifat sederhana namun dilakukan dengan penuh kekuatan dan menampakkan keperkasaan sesuai wataknya.
  2. Tae Geuk 2 (Tae) : Melambangkan keteguhan hati dan kelemahlembutan. Dalam Tae batin seseorang tetap teguh namun gayanya tampak lemah lembut mengatasi keadaan dengan senyuman dan kebajikan. Tae Geuk 2 ini harus dilakukan dengan lemah lembut namun penuh kekuatan.
  3. Tae Geuk 3 (Ri) : Melambangkan matahari dan api yang memberikan cahaya, kehangatan dan harapan. Tae Geuk 3 harus dilakukan dengan penuh semangat dan daya yang variatif.
  4. Tae Geuk 4 (Jin) : Melambangkan guntur dan kilat yang menimbulkan panic dan ketakutan namun langit yang biru dan sinar matahari yang cerah akan muncul kembali. Prinsip ini menyarankan pada kita bahwa dalam menghadapi bahaya dan ketakutan seharusnya kita bersikap tenang dan berani, karena kita yakin bahwa setelah bahaya lewat akan ada masa yang cerah. Tae Geuk 4 ada beberapa gerakan yang sulit dan memerlukan ketenangan serta keseimbangan yang baik saat melaksanakannya.
  5. Tae Geuk 5 (Gon) : Melambangkan angina yang pembawaan aslinya halus dan menghembus sepoi-sepoi namun dapat menjadi dasyat seperti badai. Melambangakn sifat kerendahan dan kebaikan hati yang harus dilakukan terus menerus seperti angina yang selalu berhembus. Tae Geuk ini terlihat gerakan yang berulang-ulang, monoton namun sesekali menyentak dengan kuat.
  6. Tae Geuk 6 (Gan) : Melambangkan air yang merupakan elemen paling fleksibel, bentuknya berubah-ubah namun tidak berubah pada hakekatnya. Yang memberikan pengertian bahwa berbagai kesulitan dan penderitaan yang kita alami dapat diatasi jika kita tetap maju dan berbekal rasa percaya diri yang kuat.
  7. Tae Geuk 7 (Gam) : Melambangkan gunung yang menjadi symbol kestabilan karena dianggap tidak pernah bergerak dan puncaknya mengingatkan kita untuk tahu kapan kita harus bertindak dan kapan saatnya berhenti. Mengajarkan agar kita bertindak tidak gegabah. Tae Geuk 7 ini dilakukan dengan penuh ketenangan, namun tetap terlihat kokoh dan mantap.
  8. Tae Geuk 8 (Seon) : Melambangkan bumi yang kokoh, kuat dan bertenaga. Bumi merupakan sumber kehidupan dimana segala mahluk hidup dan tumbuh. Bumi dianggap sebagai ciptaan kekuatan dari langit. Tae Geuk 8 merupakan tae geuk terakhir, yang diharapkan dapat memperbaiki dan memperkokoh dasar kita sebelum mencapai tingkatan Dan.

PEDOMAN UNTUK MEMPELAJARI DAN MEMPRAKTEKKAN POOMSAE

1. Gerakan dimulai dan berakhir pada titik/posisi yang sama
2. Kontrol ditujukan pada penyaluran dan pengerahan tenaga secara benar karena ada berbagai perbedaan pengerahan tenaga.
3. Perhatikan perbedaan kecepatan pada setiap gerakan, tidak semua gerakan dilakukan dengan cepat
4. Setiap langkah harus dilakukan dengan konstan (tetap), baik keseimbangan, lebar dan panjang langkah
5. Pelajari dengan benar pengaturan nafas dan teriakan (kihap)
6. Lakukan teknik gerakan setepat mungkin dan bayangkan seperti menghadapi lawan yang sesungguhnya.
7. Pelajari dulu satu poomsae (taegeuk) dengan baik, barulah mempelajari poomsae yang lain. Latihlah setiap poomsae (taegeuk) setiap hari sehingga anda semakin mahir.

POOMSAE TAEGEUK

Tae berarti “Keagungan” dan Geuk berarti “Keabadian”.
Taegeuk tidak berbentuk, tanpa permulaan dan akhir. Sekalipun demikian, segala sesuatu berawal dari Keagungan dan Keabadian (Tae Geuk).

Poomsae Taegeuk (8 poomsae) masing-masing mewakili watak atau karakter manusia, kedelapan unsur-unsur yang ada di dunia, dan prinsip-prinsip filosofi timur. Kedelapan unsur (Pal-gwe) tersebut adalah:
1. Keon mewakili prinsip Taegeuk-1
Taegeuk Il Jang Diagram, Taekwondo

2. Tae mewakili prinsip Taegeuk-2
WTF, Taekwondo,Taegeuk Ee Jang, Lake, Martial Art

3. Rhi mewakili prinsip Taegeuk-3
http://dhanika.files.wordpress.com/2009/02/taegeuk3.jpg?w=510

4. Jhin mewakili prinsip Taegeuk-4
WTF, Taekwondo,Taekwondo,  poomsae , sa   jang,taegeuk, World Taekwondo Federation,tae  kwon  do,martial arts,kata, Learning

5. Seon mewakili prinsip Taegeuk-5
WTF,World Taekwondo Federation,Taekwondo,Kukkiwon,Korean,Forms,Taegeuk,Tae-kwon-do,tae,kwon,do,map,pattern,poomse,Taekwondo Acedemy, KTA

6. Gham mewakili prinsip Taegeuk-6
http://dhanika.files.wordpress.com/2009/02/taegeuk6.jpg?w=510

7. Ghan mewakili prinsip Taegeuk-7
http://dhanika.files.wordpress.com/2009/02/taegeuk7.jpg?w=510

8. Ghon mewakili prinsip Taegeuk-8
http://dhanika.files.wordpress.com/2009/02/taegeuk8.jpg?w=510

Pal Gwe mewakili berbagai unsure yang ada di alam semesta, yaitu:
1. Surga/Langit
2. Air (yang tenang seperti telaga)
3. Air (yang mengalir)
4. Api
5. Matahari
6. Cahaya
7. Guntur & Kilat
8. Angin
9. Kayu
10. Gunung & Bukit
11. Bumi

Palgwe juga mewakili “Delapan penjuru Mata angin” serta pengaruh lima elemen, yaitu:
1. Logam
2. Air
3. Kayu
4. Api & Tanah (Bumi

Taegeuk mengikuti hukum alam yang disebut Teori “Ying-Yang (Im-Yang). Atau di Korea dikenal dengan nama Um-Yang.





Macam-macam Tendangan Dasar Taekwondo

9 10 2009


Taekwondo adalah seni beladiri dengan menggunakan kaki dan tangan, akan tetapi dalam berlatih taekwondo lebih banyak berlatih tendangan, karena hampir 90 persen dipertandingan taekwondo point didapat dari tendangan. berikut ini beberapa macam tendangan dasar yang harus dikuasai oleh seorang taekwondoin.

1. Tendangan Ap Chagi / Ap Chagi Kicking
tendangan ap chagi wajib dikuasai oleh seorang taekwondoin / khususnya pemula dalam berlatih taekwondo.

2. Tendangan Dollyo Chagi/ Dollyo chagi kicking
tendangan ini biasanya mulai diajarkan apabila seorang taekwondoin sudah bisa menguasai tendangan Ap chagi. arah sasaran adalah ke arah samping dengan memutar pinggang ke arah perut/ kepala.

3. Tendangan dwi Chagi / Dwi Chagi kicking
Tendangan ini mulai diajarkan apabila seorang taekwondoin sudah bisa menguasai ap chagi dan dollyo chagi, biasanya sudah diajarkan apabila seorang taekwondoin sudah sabuk hijau. Point yang didapat apabila tendangan dwi chagi mengenai sasaran dalam pertandingan taekwondo adalah 2 point.

4. Tendangan Dwi Hurigi/ dwi Hurigi kicking
Tendangan ini biasanya digunakan sebagai counter attack dengan sasaran ke arah kepala. untuk bisa mengenai sasaran kepala harus memiliki timing yang pas karena sifat tendangan ini umumnya dipake sebagai counter attack.

5. Tendangan Nerio Chagi/ Nerio Chagi kicking


Description : Axe kick
Starting phase : The foot is movedup forward
Execution : The attacking foot strickes the target from above
Closing phase : The foot is moved back by the same way.

Dan masih banyak lagi tendangan dasar ainnya serta tendangan kombinasi ^^





Ternyata, sampai nenek-nenek umur 70 -80 tahun masih latihan Taekwondo.. hebat ya..!!!

9 10 2009
Chi Bong-yon

Chi Bong-yon

Chi Bong-yon
Jangan menilai seseorang dari penampilan luar. Hal ini rasanya tepat jika melihat kiprah Chi Bong-yon, nenek berusia 77 tahun, yang aktif dalam bela diri taekwondo di Seoul, Korea Selatan. Ia berhasil membuktikan meski tubuh manusia menjadi tua, jiwa tetap muda.

Chi biasa berlatih di sebuah pusat latihan di pinggir Kota Seoul. Mereka menikmati latihan selama dua jam bersama anggota lain yang rata-rata berumur 58 hingga 80 tahun.

Chi pertama kali mengikuti taekwondo sekitar sepuluh tahun silam. Ketika itu, ia didiagnosa mengidap kanker. Chi kini telah mengalahkan penyakit tersebut.

Chi bersama rekan-rekannya mampu mematahkan kayu. Chi tak takut menghadapi siapa pun dengan kemampuan yang dimiliki.

“Jika saya marah, saya bisa mengeluarkan beberapa jurus taekwondo,” kata Chi.

Meski awalnya ditentang keluarga, latihan taekwondo warga manula (manusia lanjut usia) di Korea justru didukung pemerintah karena membuat tubuh lebih sehat.








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.